SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perpustakaan merupakan salah satu elemen penting
dalam dunia pendidikan. la berfungsi sebagai pusat sumber belajar, penyedia
informasi, dan pendukung kegiatan akademik di berbagai jenjang pendidikan,
mulai dari dasar hingga perguruan tinggi. Seiring perkembangan zaman dan
kemajuan teknologi informasi, peran perpustakaan pun mengalami transformasi.
Dari yang semula hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, kini
perpustakaan dituntut untuk menjadi pusat informasi berbasis teknologi yang
modern, cepat, dan efisien dalam melayani kebutuhan pengguna.
Transformasi
tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal tanpa adanya dukungan sistem
informasi yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang mampu
mengelola seluruh aktivitas perpustakaan secara terintegrasi dan efisien.
Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIMPUS) hadir sebagai solusi dari
permasalahan ini. SIMPUS merupakan sebuah sistem berbasis teknologi informasi
yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan pustakawan, mempercepat layanan
kepada pengguna, dan memberikan data yang akurat serta dapat diakses secara
real-time.
Penggunaan
SIMPUS dalam lingkungan lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi islam,
menjadi sangat penting. Hal ini karena kebutuhan informasi yang berkembang
pesat, baik untuk menunjang perkuliahan, penelitian maupun pengabdian
masyarakat. Selain itu, SIMPUS juga mendukung pelestarian dan digitalisasi
koleksi literatur klasik islam seperti kitab kuning, manuskrip lama, dan
referensi keagamaan yang selama ini lebih banyak tersimpan dalam bentuk fisik.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
konsep dasar dari Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan?
2.
Apa
tujuan dari pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan?
3.
Bagaimana
ruang lingkup Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan?
4.
Bagaimana
pemanfaatan hasil Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan?
5.
Apa
saja model pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan?
C. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui konsep dasar Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
2.
Untuk
mengetahui apa tujuan dari Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
3.
Untuk
mengetahui ruang lingkup Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
4.
Untuk
mengetahui apa manfaat dari Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
5.
Untuk
mengetahui apa saja model pengempangan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
Perpustakaan
Menurut
McLeod, sistem didefiisikan sebagai sekumpulan elemen yang satu sama lain bisa
saling berkaitan dan terhubung, saling bekerja sama dalam mencapai tujuan.
Sedangkan informasi sendiri merupakan data-data yang telah sedemikian rupa
diolah menjadi suatu bentuk yang berarti dan bermakna bagi
pengguna-penggunanya. Adapun menurut Vladimir Zwass dalam artikelnya yang
berjudul “Information System” menyebutkan bahwa sistem informasi adalah
sebuah set komponen yang terintegrasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan
memproses serta menyediakan informasi, pengetahuan, dan produk digital.[1].
Definisi
lain menyebutkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi hardware, software,
dan jaringan telekomunikasi yang dibangun dan digunakan untuk mengumpulkan,
membuat, dan mendistribusikan data yang berguna, dalam sebuah organisasi, Umumnya,
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran goals
secara efektif dan efesien. Sedangkan definisi perpustakaan menurut Drs.
Purwono, adalah unit pelayanan didalam lembaga pendidikan yang bertujuan untuk
membantu tercapainya pengembangan pengembangan tujuan lembaga pendidikan
tersebut.[2]
Perpustakaan adalah sumber ilmu pengetahuan, informasi dan pusat rekreasi.
Perpustakaan juga sebagai jendela dunia, sumber wawasan bagi manusia dan
sebagai acuan sebuah lembaga untuk meningkatkan mutu anggota lembaganya.
Dengan
adanya teori mengenai, sistem, informasi, dan perpustakaan, maka dapat
disimpulkan bahwa sistem informasi perpustakaan berdasarkan teori-teori yang
telah dijabarkan sebelumnya yaitu sekumpulan elemen yang berupa hardware,
software, jaringan komunikasi, dan prosedur yang saling berkaitan dan
bekerja sama dalam mendukung tercapaianya layanan perpustakaan yang optimal,
Aplikasi perpustakaan adalah sistem yang berfungsi untuk pengolahan data
perpustakaan dari stok buku-buku yang tersedia, pengunjung sampai yang
melakukan peminjaman dan pengembalian buku yang dipinjam[3].
Salah
satu aplikasi sistem informasi manajemen perpustakaan adalah e-library
Uin Raden Fatah. Aplikasi ini telah membantu pengguna dalam mengakses dan
memperoleh informasi dengan mudah. E-library Uin Raden Fatah merupakan
aplikasi yang menyediakan berbagai koleksi digital yang terdiri dari buku,
skripsi, berita seputar literasi dan sumber daya penting lainnya. Melalui
aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah mencari dan mengakses beragam informasi
yang relevan dengan topik yang mereka minati. E-library ini telah
memberikan aksesibilitas informasi yang lebih luas kepada pengguna dari
berbagai kalangan, terlepas dari latar belakang pendidikan dan geografis
mereka.
E-Library atau digital library adalah bentuk perpustakaan digital
yang dikembangkan oleh UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang bersama PT.
Enam Kubuku Indonesia. E-Library adalah aplikasi yang memungkinkan kita
untuk dapat meminjam koleksi buku dan sumber edkatif lainnya secara digital
atau daring. E-library UIN Raden Fatah memiliki banyak bahan bacaan
seperti: buku, jurnal, majalah dan prosiding bahkan didalam aplikasi ini
disertai juga dengan berita berita hangat seputar pendidikan. E-library
UIN Raden Fatah memudahkan bagi para pemustaka untuk dapat membaca maupun
meminjam bahan bacaan dimana saja dan kapan saja. Layanan yang tersedia pun
dapat dimanfaatkan secara terbuka untuk seluruh mahasiswa UIN raden Fatah
maupun mahasiswa luar kampus. Aplikasi e-library UIN Raden Fatah
Palembang adalah aplikasi berbasis mobile yang memberikan akses mudah
dan cepat ke berbagai sumber informasi dan literatur akademik. Dalam aplikasi
ini, para pengguna dapat mencari dan mengunduh berbagai buku elektronik,
artikel jurnal, tesis, disertasi, dan bahan-bahan referensi lainnya[4].
Hal
ini memungkinkan pengguna untuk selalu mendapatkan informasi terkini tentang
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, aplikasi e-library ini
juga dirancang dengan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan. Pengguna
dapat dengan mudah melakukan pencarian, bookmark halaman penting,
menandai dan mengatur buku favorit atau minat jurusan. Semua ini membantu
meningkatkan efisiensi dalam membaca dan mengakses informasi yang relevan.
Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan rekomendasi bacaan yang sesuai dengan
minat atau kebutuhan pengguna. Hal ini dapat membantu mereka dalam memperluas
cakupan literasi dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap berbagai topik yang
diminati.
Jadi,
dapat kami simpulkan Sistem informasi
Manajemen Perpustakaan dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem manusia dan
mesin yang terpadu atau terintegrasi, untuk menyajikan informasi guna mendukung
fungsi operasional, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
perpustakaan.
B. Tujuan Sistem Informasi Manajemen
Perpustakaan
Pengembangan SIMPUS bertujuan untuk meningkatkan kualitas
pengelolaan perpustakaan baik dari sisi pelayanan, efisiensi operasional,
maupun dukungan terhadap proses akademik. Pengembangan SIMPUS memiliki beberapa
tujuan utama, yaitu:
1.
Meningkatkan
efisiensi operasional perpustakaan melalui otomasi.
2.
Meningkatkan
akurasi data dan kemudahan dalam pelaporan.
3.
Memperluas
akses informasi melalui sistem daring.
4.
Mendukung
proses pembelajaran dan penelitian dengan menyediakan informasi yang cepat dan
tepat.
5.
Mengintegrasikan
layanan antar unit di lingkungan institusi pendidikan.
Tujuan lain dari Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan
adalah meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kemampuan integrasi dalam
pelayanan perpustakaan, mulai dari pelayanan daftar anggota, informasi koleksi
buku, nama pengarang, jumlah koleksi, rencana pengadaan buku, monitoring stok
item, tracking stok item, pencarian daftar pustaka, peminjaman buku,
pengembalian buku, informasi ruangan, sistem barcode dan lain sebagainya.
Sistem Informasi ini berbasis web yang memberi kemudahan kepada pengguna untuk
mengakses seluruh informasi yang dibutuhkan tanpa terhalang oleh jarak dan
waktu. Dengan adanya alur proses sistem yang otomatis dalam pemrosesan dan
pengendalian akses. Sistem pelaporan (reporting) juga akan disesuikan dengan
format standart.
Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk meningkatkan
aksesibilitas para mahasiswa, dosen, dan staf UIN Raden Fatah Palembang
terhadap sumber informasi yang relevan dengan bidang studi mereka. Salah
satu keunggulan aplikasi e-library ini adalah koleksi yang sangat lengkap.
Dengan kerjasama yang baik antara perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang dengan
berbagai lembaga mitra, aplikasi ini menyediakan ribuan judul e-book dan yang
terus diperbarui dan diperluas.
C. Ruang Lingkup Sistem Informasi
Manajemen Perpustakaan
Kebutuhan
akan Teknologi Informasi sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan
sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan
dan kebudayaan yang berkembang seiring dengan kebutuhan manusia akan informasi.
Tentunya kita sudah mengetahui bahwa pengguna perpustakaan adalah untuk mencari
data atau sumber informasi sebagai referensi yang mereka perlukan. Selain itu,
juga kemudahan dalam memperoleh informasi buku atau sumber informasi, serta
kemudahan dalam meminjam atau mengembalikan buku. Di era sumber informasi yang
serba cepat sudah menjadi jaminan bahwa informasi yang cepat, akurat dan
efisien akan membuat seseorang menjadi yang terdepan dalam berbagai hal[5].
Oleh
karena itu perpustakaan sebagai sumber informasi atau sumber rujukan bagi semua
orang, harus ikut menyesuaikan dengan kebutuhan di masa yang akan datang. Sistem ini bertujuan untuk memudahkan dalam
proses temu kembali informasi, dimana terdapat sistem yang menggunakan operator
untuk membantu proses temu kembali dan sistem temu kembali secara mandiri,
Selain Sistem Informasi untuk pengguna perpustakaan, seharusnya sebuah
perpustakaan juga memerlukan sebuah Sistem untuk mengelola perpustakaan agar
lebih efektif dan efisien. Misalnya untuk layanan pengadaan memerlukan sebuah
sistem untuk mengolah data-data buku baru, buku yang rusak, buku yang sedang
diperbaiki, buku yang hilang, buku dipinjam, buku yang paling sering dipinjam,
dan lain sebagainya[6].
Tentunya
tanpa ada sistem yang mengelola semua Informasi ini, maka pustakawan pun akan
bekerja sangat keras untuk bisa menyajikan informasi-informasi tersebut kepada
pengguna perpustakaan. Untuk memudahkan penyajian data, maka Sistem Informasi
inilah yang sangat berjasa bagi Pustakawan dalam mengelola Sumber Informasi.
Sebenarnya semua aspek pelayanan dalam perpustakaan sangat memerlukan Sistem
Informasi ini, akan tetapi semua itu dikembalikan kepada keadaan seperti apa
perpustakaan tersebut berjalan. Mulai dari Pustakawan terampil yang mengelola
perpustakaan, kemudian sumber dana yang dimiliki, dan kebutuhan dari pengguna
Sistem Informasi tersebut.
Meski
begitu tidak ada salahnya jika semua perpustakaan mulai mengaplikasikan Sistem
Informasi pada Perpustakaan, hal ini juga memberikan keuntungan tersendiri dari
segi efisiensi penggunaan kertas dan lain sebagainya. Sehingga hasil akhir yang
didapat dengan pengaplikasian Sistem Informasi pada Perpustakaan ini adalah
Kepuasan dari Pengguna Perpustakaan (Pemustaka). Kegiatan yang di lakukan oleh
Sistem Informasi Perpustakaan tersebut meliputi pendataan anggota, pengelolaan
buku pengunjung, pengelolaan data buku (katalog buku), pengelolaan data
sirkulasi buku (peminjaman dan pengembalian buku) serta mempermudah pencarian
buku.
Keberadaan
perangkat lunak ini, membuat petugas dapat melaksanakan kegiatan operasional
Perpustakaan secara efisien, serta mengurangi kesalahan dalam pencatatan data.
Sistem Informasi Perpustakaan merupakan sebuah kumpulan data informasi tentang
koleksi sebuah perpustakaan. Inti dari sebuah sistem informasi adalah sebuah
komponen yang menerima input kemudian memprosesnya menjadi output[7].
1.
Input
Dimasukkan
data-data yang dibutuhkan sebagai sumber informasi dari sistem informasi
perpustakaan. Seperti: memasukkan data-data informasi buku( jumlah buku, judul
buku, nama pengarang, letak buku, dll.), informasi pengguna sistem informasi
perpustakaan yang berupa nama ataupun code barcode. Input dilakukan agar bisa
menjadi dasar/ sumber akses informasi dari sebuah sistem informasi
perpustakaan.
2.
Processing
Merupakan
Tugas utama proses adalah mengecek data-data yang ada dalam sistem informasi
perpustakaan. Misalnya: Menambah data baru untuk SI perpustakaan, membersihkan
tanggal, menduplikasi, atau menghapus data dari koleksi data (input-an),
menjalankan fasilitas peminjaman buku, mengirimkan pemberitahuan bagi pengguna
(terutama yang terlambat dalam pengembalian).
3.
Output
Berupa
sesuatu yang keluar dari sistem informasi. Output ini bisa berupa catatan waktu
dan buku peminjaman, biasanya berupa handout/ hasil print out.
4.
Storage
Sebuah
sistem penyimpanan dalam perpustakaan atau sistem informasinya. Bisa berupa rak
untuk menyimpan/ menaruh buku.
5.
Control
Untuk
kontrol bisa berupa sesuatu program untuk melindungi atau mengontrol
perpustakaan. Misalnya: Sistem informasi dapat merekam sebuah CCTV/ kamera.
Kontrol juga bisa dilakukan dengan menata kembali buku yang berserakan.
6.
Feedback
Merupakan
Umpan balik meliputi sirkulasi, keamanan, dan mendata statistik kerugian.
Seorang pengolah perpustakaan menggunakan informasi dari feedback untuk
mengetahui koleksi apa yang paling terpopuler. Mengetahui apa saja sebab
kerugian dalam perpustakaan, dan mengembangkan perpustakaan dengan menambal
sebab kerugian itu. Membuat strategi yang cocok agar meminimalisir kerugian,
kehilangan dan kekurangan. Intinya, seorang pengolah perpustakaan menggunakan
informasi ini untuk menjadikan perpustakaannya menjadi lebih baik, efektif, dan
efisien.
D. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan
Manfaat dari
perancangan sistem informasi perpustakaan ini antara lain :
1.
Untuk
mengurangi kesulitan-kesulitan yang terjadi khususnya dalam proses pengelolaan
data dan dalam pembuatan laporan dalam operasional kegiatan perpustakaan.
2.
Untuk
memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna perpustakaan.
Hasil analisa tersebut kemudian dilanjutkan pada
aktivitas dengan tahapan mulai dari pembuatan perancangan sistem[8].
Manfaat dalam implementasi sistim informasi manajemen
seperti;
1.
Meningkatkan
kualitas pelayanan Dengan adanya SIM pelayan di perpustakaan akan lebih optimal
dan di permudah.
2.
Memberikan
kemudahan dalam pengambilan keputusan, Untuk pengambilan keputusan pada
perpustakaan akan lebih efektif karna sudah teroganisisr informasi yang telah
di dapatkan.
3.
Pengembangan
perpustakaan, Serta untuk pengembangan perpustakaan SIM sangat berperan supaya
kinerja dan pelayanan serta pengadaan fasilitas material bisa teroerganisir.
4.
Kemudahan
dalam mencari buku, SIM memberiksn kemudah dalam proses peminjaman dan
pengembalian ,karna tidak memerlukan waktu yang lama.
5.
Kemudahan
untuk mendapakan referensi, Referensi yang di cari sudah tersaji dalam struktur
yang telah Masalah dalam Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan ditetapkan.
6.
Menghemat
waktu, Mahasiswa atau pelajar tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk
mencari letak buku yang di inginkan ,karna laetaknya sudah teratur sesuai
abjad.
7.
E
library, Bisa dikatakan sebagai perpustakaan online yang memberikan akses lebih
luas kepada pemakai fasilitas tersebut.
Salah satu nilai tambah terbesar dari implementasi SIMPUS
adalah kemampuannya menghasilkan data dan informasi yang terstruktur, rapi, dan
mudah diakses. Hasil dari SIMPUS dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dengan
tujuan yang berbeda-beda. Berikut beberapa pemanfaatannya:
1.
Bagi
Pustakawan
a.
Membantu
proses administrasi perpustakaan menjadi lebih ringan dan efisien.
b.
Menyediakan
laporan harian/mingguan/bulanan secara otomatis.
c.
Memudahkan
pelacakan koleksi yang hilang atau rusak.
d.
Mengidentifikasi
tren penggunaan koleksi, sehingga bisa merancang strategi pengembangan koleksi
yang lebih tepat.
2.
Bagi
Mahasiswa dan Dosen
a.
Mengakses
koleksi pustaka secara mandiri dan cepat melalui OPAC atau aplikasi mobile.
b.
Mendapat
kemudahan dalam mencari referensi tugas, skripsi, penelitian, maupun bahan
ajar.
c.
Mengelola
sendiri akun perpustakaan mereka: memperpanjang masa pinjam, membuat permintaan
koleksi, atau mengecek riwayat peminjaman.
3.
Bagi
Pimpinan Lembaga
a.
Menggunakan
data perpustakaan keperluan evaluasi kinerja akademik... untuk
b.
Menyusun
laporan akreditasi berbasis data, misalnya: jumlah koleksi aktif, tingkat
kunjungan, frekuensi peminjaman.
c.
Menentukan
anggaran pengembangan perpustakaan berdasarkan statistik kebutuhan pengguna
4.
Bagi
Pihak Eksternal (misalnya asesor akreditasi atau pengambilan kebijakan)
a.
Meninjau
indikator mutu perpustakaan sebagai bagian dari standar nasional pendidikan.
b.
Menilai
tingkat keberfungsian dan peran perpustakaan dalam belajar mengajar.. mendukung
kegiatan
c.
Menganalisis
data pengguna layanan perpustakaan sebagai refleksi budaya literasi di
lingkungan lembaga.
Dengan kata lain, SIMPUS tidak hanya berfungsi sebagai
alat bantu kerja, tapi juga sebagai alat manajemen dan pengambilan keputusan
yang strategis[9].
Manfaat positif dari aplikasi e-library UIN Raden Fatah
Palembang ini tidak hanya terbatas pada kemudahan dan aksesibilitas informasi.
Aplikasi ini juga mendorong pengguna untuk secara aktif mengembangkan kebiasaan
membaca dan belajar mandiri. Dalam era digital ini, di mana kita sering
terpapar distraksi seperti media sosial dan hiburan online, aplikasi ini
menyediakan suatu wadah di mana pengguna dapat mencari pengetahuan dan
meningkatkan kemampuan mereka tanpa batasan waktu dan tempat[10].
E. Model Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
Perpustakaan
Model
yang baik adalah sebuah model yang sederhana tetapi lengkap. Model yang
sederhana dapat dikatakan sebagai model parsimoni. Dalam sebuah teknologi
informasi, terdapat sebuah konsep model parsimoni yang dikembangkan oleh DeLone
dan McLean. Model ini dikenal dengan istilah Information System Success
Model atau D&M is Success Model. Teori model kesuksesan
informasi ini dikembangkan melalui penelitian Shannon dan Weaver. Teori ini
digunakan untuk mengukur kesuksesan dari sebuah teknologi informasi. Dalam hal
ini teknologi informasi yang dimaksudkan adalah sebuah aplikasi E-Library yang
dapat diakses melalui smartphone, untuk mengetahui kesuksesan dari
aplikasi E-Library ini, dapat digunakan beberapa dimensi yang ada di
dalam teori Information System Success Mode[11],
Berikut penjelasan mengenai tolak ukur dari kesuksesan sebuah teknologi
informasi.
1.
Kualitas
Sistem, DeLone dan McLean mengatakan bahwa kualitas sistem informasi
digunakan sebagai tolak ukur dari kesuksesan hadirnya sebuah teknologi
informasi. dalam hal ini kualitas sistem informasi yang dimaksudkan adalah
kualitas dari sistem aplikasi E-Library. Aplikasi E-Libarary dikatakan
memiliki sistem yang berkualitas apabila aplikasi tersebut mudah digunakan oleh
penggunanya. Sistem yang berkualitas dapat dilihat melalui indikator kekinian
data, waktu respon, dan kemudahan penggunaan.
2.
Kualitas
Informasi Informasi yang berkualitas biasanya disajikan secara relavan,
lengkap, dan mudah untuk dimengerti. Dalam hal ini aplikasi E-Library yang
memiliki informasi yang berkualitas, tentunya menjadi faktor pendorong dalam
kesuksesan sebuah teknologi informasi. Aplikasi E-Library dapat dilihat
kualitas informasinya melalui melalui indikator keakuratan informasi, relevan,
kelengkapan informasi, ketepatan waktu.
3.
Penggunaan
Informasi Penggunaan informasi yang ada merupakan bukti bahwa teknologi
informasi tersebut sudah memenuhi kebutuhan penggunanya. Dalam hal ini di
aplikasi E-Library penggunaan informasi dapat dilihat dari frekuensi
penggunaan pemustaka dalam memanfaatkan aplikasi tersebut dalam menunjang
kebutuhan informasinya. Penggunaan informasi ini dapat di ukur melalui
indikator (Frequency of Use), kerutinan penggunaan, durasi penggunaan.
4.
Kepuasan
Pemakai Kepuasan yang didapatkan melalui penggunaan teknologi informasi.
Kepuasan pemakai dijadikan salah satu dimensi dalam kesuksesan teknologi
informasi, karena kepuasan pemakai sebagai wujud dari teknologi informasi yang
sukses. Dengan begitu, pengguna merasa puas dalam menggunakan teknologi
informasi yang ada. Pengguna yang merasakan puas tentunya kebutuhan
informasinya terpenuhi. Kepuasan pemakai dapat diukur melalui indikator
kepuasan informasi, kesenangan, dan kepuasan perangkat lunak.
Berdasarkan dimensi-dimensi di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa teknologi informasi dapat dikatakan sukses apabila sudah
memiliki sistem yang berkualitas, informasi yang berkualitas, pengguna
informasi yang banyak, dan mendapatkan kepuasan pemakai. Dalam hal ini,
teknologi informasi yang dimaksudkan adalah aplikasi E-Library. Aplikasi
ini merupakan aplikasi yang dihadirkan untuk meningkatkan citra perpustakaan
dengan menunjukkan perkembangan dan kemajuannya menyeimbangi perkembangan
teknologi informasi yang ada[12].
Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIMPUS) adalah
suatu sistem terpadu yang menggabungkan manusia dan mesin (hardware, software,
jaringan komunikasi, dan prosedur) untuk mengelola dan menyediakan layanan
perpustakaan secara efisien dan efektif. SIMPUS memudahkan pengelolaan koleksi,
pencatatan data, peminjaman, pengembalian buku, serta pelaporan administrasi
perpustakaan. Sistem ini mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan,
memperluas akses informasi, dan mendukung proses akademik serta pengambilan
keputusan di lingkungan lembaga pendidikan.
Aplikasi e-library UIN Raden Fatah merupakan salah satu
implementasi SIMPUS berbasis digital yang menyediakan akses mudah ke koleksi
digital seperti buku, jurnal, skripsi, dan sumber literasi lain secara daring
dan mobile. Aplikasi ini meningkatkan aksesibilitas informasi secara luas bagi
mahasiswa, dosen, dan masyarakat, serta membantu pengembangan kebiasaan membaca
dan belajar mandiri.
Kesuksesan sistem informasi perpustakaan ini dapat diukur berdasarkan kualitas sistem yang mudah digunakan dan responsif, kualitas informasi yang relevan dan akurat, tingkat penggunaan yang tinggi oleh pemustaka, serta kepuasan pengguna yang mencerminkan terpenuhinya kebutuhan informasi mereka. Secara keseluruhan, SIMPUS dan aplikasi e-library tidak hanya mempermudah pengelolaan perpustakaan dan pelayanan kepada pengguna, tetapi juga berperan strategis dalam mendukung pengembangan institusi pendidikan melalui penyediaan informasi yang tepat, cepat, dan mudah diakses.
DAFTAR PUSTAKA
Abdur Rouf, (2024) ’Penrapan Smart Campus dengan System
Perpustakaan Online Pada Universitas’, Makalah Manajemen, Sistim Informasi Teknik Informatika Universitas
Pamulang.
Andi Asari and Dyah Puspitasari Srirahayu, (2023) Manajemen
Perpustakaan Digital, Malang: Literasi Nusantara Abadi Grup.
Ilham Mhd, (2025) ‘Implementasi Dan Manfaat Sistim Informasi
Manajemen Dalam Pengelolaan Manajemen Perpustakaan Tingkat Universitas’. 13(2)
J. Hartono, (2007) ’Model Kesuksesan Sistem Teknologi
Informasi’. Yogyakarta: ANDI Offset.
Nazifah, Nabilah Ainun, and Nor Huda
Ali, (2020) ‘Persepsi Pemustaka Terhadap Aplikasi E-Library Di UPT Perpustakaan
UIN Raden Fatah Palembang Berdasarkan Teori Information System Success Model’.
Nugraha, Fajar, (2014) Dosen Fakultas
Teknik, Program Studi, Sistem Informasi, and Universitas Muria Kudus, ‘Analisa
Dan Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan’, 5(1).
Purwono, (2013) Profesi Pustakawan
Menghadapi Tantangan Perubahan, 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Senjaya, Rahman, and Annisa Susinta,
(2022) ‘Manajemen Perpustakaan Digital Di Era Global Pada Perpustakaan Kampus
Institut Pemerintahan Dalam Negeri’, 13.2, doi:10.20885/unilib.Vol13.iss2.art1
Soraya, Lisa Agustina, (2024), Mahasiswa
Ilmu Perpustakaan, and Dosen Ilmu Perpustakaan, ‘Jurnal Gema Pustakawan’, 12(1).
Soetedjo & Sidik, (2019) ‘Pengembangan
Sistem Informasi Manajemen Layanan Perpustakaan SMK Merdeka Bandung’,
9.September, doi:10.34010/jati.v9i2
Santosa Achadi Budi , (2022) ‘Strategi
Manajemen Perpustakaan Digital Untuk Meningkatkan Kualitas Akademik’, Jurnal Manajemen Pendidikan,9(2).
Komentar
Posting Komentar