STRATEGI PEMASARAN DAN PENENTUAN HARGA JASA

 

Mengupload: 420143 dari 420143 byte diupload.


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Perkembangan dunia bisnis yang semakin dinamis menuntut perusahaan untuk mampu bersaing secara efektif dalam pasar yang kompetitif. Salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan sebuah perusahaan adalah kemampuan dalam merancang strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran tidak hanya berfungsi sebagai panduan dalam memasarkan produk atau jasa, tetapi juga sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

Selain itu, penentuan harga yang tepat menjadi faktor krusial dalam strategi pemasaran karena harga memengaruhi daya tarik produk atau jasa di mata konsumen dan berpengaruh langsung pada volume penjualan serta profitabilitas perusahaan. Penentuan harga yang salah dapat menyebabkan produk sulit bersaing atau perusahaan kehilangan pangsa pasar.

Namun, dalam praktiknya, banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan strategi pemasaran dengan penentuan harga yang efektif. Perubahan kondisi pasar, perilaku konsumen yang semakin kompleks, dan persaingan yang ketat membuat perusahaan harus sangat cermat dalam mengelola kedua aspek ini agar dapat mempertahankan eksistensi dan memenangkan persaingan.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian strategi pemasaran dan fungsi strategi pemasaran?

2.       Bagaimana Strategi Penetapan Harga Jual Jasa atau Produk?

3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga jasa atau produk?

4.      Bagaimana hubungan antara strategi pemasaran dengan strategi penentuan harga dalam meningkatkan daya saing produk di pasar?

 

C.    Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui pengertian strategi pemasaran dan fungsi strategi pemasaran

2.      Untuk mengetahui bagaimana Strategi Penetapan Harga Jual Jasa atau Produk

3.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga jasa atau produk

4.      Untuk mengetahui Bagaimana hubungan antara strategi pemasaran dengan strategi penentuan harga dalam meningkatkan daya saing produk di pasar

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Strategi Pemasaran dan Fungsi Strategi Pemasaran

1.      Pengertian strategi pemasaran

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh,  terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan  tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan  pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah  kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada,  masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai  tanggapan perusahaan dalam menanggapi lingkungan dan keadaan pesaing  yan selalu berubah. Oleh karena itu penentuan strategi pemasaran harus  didasarkan atas analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan dari  lingkungannya.

Faktor lingkungan yang dianalisis dalam penyusunan strategi pemasaran adalah keadaan pasar atau persaingan, perkembangan teknologi,  keadaan ekonomi, peraturan dan kebijakan pemerintah, keadaan sosial  budaya dan keadaan politik. Maisng-masing faktor ini dapat menimbulkan  adanya kesempatan atau ancaman atau hambatan bagi pemasaran produk  suatu perusahaan. Faktor internal perusahaan yang dianalisis dalam penyusunan strategi pemasaran adalah faktor yang terkait dengan pelaksanaan fungsi perusahaan yang meliputi keuangan atau pembelanjaan pemasaran, produksi serta organisasi dan sumber daya manusia.[1]

Strategi pemasaran juga adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Pengertian strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai rangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, karena potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang mengetahui hal tersebut.[2] Strategi Pemasaran punya peranan penting dalam sebuah perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang maupun jasa.

Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu:

a) Produksi

b) Pemasaran

c) Konsumsi

2.      Fungsi strategi pemasaran

Strategi pemasaran merupakan rencana yang dirancang secara terstruktur untuk mencapai tujuan pemasaran dan mendukung keberhasilan bisnis sebuah perusahaan. fungsi utama strategi pemasaran meliputi beberapa aspek kritis. Pertama, strategi pemasaran meningkatkan motivasi perusahaan untuk berpikir jangka panjang demi kelangsungan usahanya. Kedua, strategi ini membantu koordinasi aktivitas pemasaran agar lebih efektif dan terarah, sehingga sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal. Ketiga, strategi pemasaran memungkinkan perusahaan untuk menetapkan dan menetapkan tujuan yang jelas yang ingin dicapai. Keempat, strategi ini juga berfungsi sebagai alat pengawasan untuk memastikan aktivitas pemasaran berjalan sesuai standar prestasi yang telah ditetapkan.[3]

Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran yang digunakan perusahaan secara terpadu untuk menghasilkan respons pasar yang diinginkan. Variabel bauran pemasaran seperti produk, harga, tempat, dan promosi merupakan komponen penting yang dikendalikan dalam strategi pemasaran untuk menjangkau dan memuaskan konsumen. Strategi pemasaran memiliki peran penting dalam meningkatkan volume penjualan melalui komponen segmentasi pasar, penentuan target pasar, dan penempatannya.

Dengan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan mampu menarik perhatian konsumen dan mempertahankan eksistensi produknya dalam jangka panjang. Srategi pemasaran juga berfungsi sebagai alat untuk membangun dan mempertahankan hubungan positif dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.[4] Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen melalui strategi yang unik dan kreatif, perusahaan dapat menciptakan proposisi nilai yang berbeda dan berkelanjutan.

Jadi dapat kami simpulkan bahwa strategi pemasaran merupakan rencana menyeluruh dan terpadu yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan pemasaran dan bisnisnya. Strategi ini tidak hanya menjadi panduan dalam pelaksanaan aktivitas pemasaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya, koordinasi kegiatan, serta memotivasi perusahaan untuk berpikir jangka panjang. Selain itu, strategi pemasaran mengatur bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) untuk mencapai target pasar secara efektif, meningkatkan volume penjualan, dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

 

B.     Strategi Penetapan Harga Jual Jasa atau Produk

Masalah maupun persoalan membuat rumit dalam Penetapan harga jika suatu perusahaan ataupun UMKM tidak mampu dalam memahami strategi dalam penetapan harga jual produk yang dibuatnya. Menajemen dalam perusahaan banyak terdapat persoalan yang rumit dihadapi oleh setiap pelaku usaha dalam menetapkan besaran harga produk tersebut dalam keberhasilan maupun keberlangsungan perusahaan. Jika menetapakan harga jual dengan relatif tinggi dapat menyebabkan kurangnya minat beli masyarakat atau bahkan enggan membelu produk, sehingga berimbas terhadap pendapatan yang cukup.

Tidak hanya itu, jika harga jual terlalu rendah berakibat pula bagi perusahaan yaitu tidak mendapatkan laba atau keuntungan yang telah direncanakan. Oleh karenanya, perlu pertimbangan yang matang dalam menentukan harga jual dan berkesinambungan dari hal biaya dalam produksi dengan biaya operasional hingga pencapaian keuntungan yang diharapkan perusahan dapat terlaksana.[5]

Pada penetapan dari harga jual produk yang perlu dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

1.      Penetapan harga jual oleh pasar yang dimaksud ialah untuk penjual tidak dapat mengatur (mengontrol) dari harga yang tawarkan dipasar. Harga ditetapkan terhadap mekanisme dari penawaran maupun berupa permintaan dalam kondisi ini para penjual tidak bisa menetapkan harga jual dari produk mereka sesuai yang diinginkan.

2.      Penetapan harga jual yang dilakukan oleh pemerintah, yang artinya dalam menetapkan harga jual produk pemerintah memiliki kekuasaan atau wewenang dalam menetapkan harga suatu produk yang berkaitan dengan masyarakat umum. Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal terutama kepentingan umum dan tidak dapat menetapkan harga jual barang sesuai kehendaknya.

3.      Penetapan harga jual yang dicontoh oleh penjual maupun perusahaan, yang artinya dalam aspek harga ditetapkan sendiri oleh perusahaan. Penjual menetapkan harga dan pembeli boleh memilih, membeli atau tidak. Keputusan dalam menetapkan harga dilakukan dalam perusahaan.

Perusahan juga perlu memperhatikan daya beli masyarakat dan kondisi perekonomian umum agar semua yang direncanakan dapat tercapai. Perusahaan akan mengambil apa saja yang dipilih dalam menentukan kebijakan harga agar perusahaan mampu mencapai tujuan yang sudah direncanakan.[6]

Dari penjelasan diatas, strategi dalam menetapkan harga jual suatu produk dapat dipahami, para pelaku usaha harus memikirkan dengan matang dalam mempertimbangkan ketika menentukan harga jual agar tidak terjadi kerugian yan tidak diinginkan. Selain itu, dalam menetapkan harga terlebih dahulu memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat sekitar.

           

C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jasa atau Produk

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi dari penentuan harga itu sendiri baik dari kondisi perekonomian, elastisitas permintaan, persaingan biaya, permintaan maupun penawaran, tujuan dari manajer, dan juga pengawasan pemerintah.[7]

1.      Keadaan perekonomian: Faktor ekonomi seperti booming atau resesi, pengaruh suku bunga , dan juga dari faktor inflasi dapat mempengaruhi keputusan dalam penetapan harga karena faktor-faktor tersebutlah yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap harga dan nilai produk dan biaya memproduksi suatu produk.

2.      Permintaan dan penawaran: Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli oleh pembeli pada tingkat harga tertentu. Pada umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan jumlah yang diminta lebih besar. Penawaran yaitu suatu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu. Pada umumnya harga lebih tinggi mendorong jumlah yang ditawarkan lebih besar

3.      Elastisitas permintaan: Faktor lain yang dapat mempengaruhi penentuan harga adalah sifat permintaan pasar. Sebenarnya sifat permintaan pasar tidak hanya mempengaruhi penentuan harganya tetapi juga mempengaruhi volume yang dapat dijual. Untuk beberapa junis barang, harga dan volume penjualan ini berbanding terbalik, artinya jika terjadi kenaikan harga maka penjualan akan menurun dan sebaliknya.

4.      Persaingan: Harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan pesaingan yang ada.barang-barang dari hasil pertanian misalnya, dijual dalam keadaan persaingan murni (pure competition). Dalam persaingan ini penjual yang berjumlah banyak aktif menghadapi penjual yang banyak pula. Banyaknya penjual dan pembeli yang banyak ini akan mempersulit penjual perseorangan untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi kepada pembeli yang lain. Selain persaingan murni, dapat pula terjadi keadaan persaingan lainnya, seperti: persaingan tidak sempurna, oligopoli dan monopoli.

5.      Biaya: Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian. Sebaliknya apabila suatu tingkat harga melebihi semua biaya, baik biaya produksi, biaya operasi maupun biaya non operasi, akan meenghasilkan keuntungan

6.      Tujuan: pelaku usaha Penetapan harga suatu barang sering dikaitkan dengan tujuantujuan yang akan dicapai. Setiap pelaku usaha tidak selalu mempunyai tujuan sama dengan pelaku usaha lain. Tujuan-tujuan yang hendak dicapai antara lain: Laba maksimum, volume penjualan tertentu, penguasaan pasar, kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu.

7.      Pengawasan Pemerintah: Pengawasan pemerintah juga meruakan faktor penting dalam penetuan harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk: penetuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga serta praktek-praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha kearah monopoli.

8.      Citra atau Kesan Masyarakat: Citra atau kesan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa dapat mempengaruhi harga. Barang atau jasa yang telah dikenal masyarakat mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibandingkan barang atau jasa yang masih baru dipasar.

 

D.     Hubungan Antara Strategi Pemasaran Dengan Strategi Penentuan Harga Dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Di Pasar

Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan baik itu untuk perusahaan yang memproduksi barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Dipandang dari luasnya permasalahan yang ada dalam perusahaan, maka diperlukan adanya perencanaan yang menyeluruh untuk dijadikan pedoman bagi segmen perusahaan dalam menjalankan kegiatannya. Alasan lain yang menunjukkan pentingnya strategi pemasaran adalah semakin kerasnya persaingan yang dihadapi oleh perusahaan pada umumnya. Dalam situasi yang demikian, tidak ada lagi pilihan lain bagi perusahaan kecuali berusaha untuk menghadapinya atau sama sekali keluar dari arena persaingan. Perusahaan harus meningkatkan efektifitas dan nilai pelanggan.[8]

Harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran dan harus senantiasa dilihat dalam hubungannya dengan strategi pemasaran. Harga berinteraksi dengan seluruh elemen lainnya dalam bauran pemasaran untuk menentukan efektivitas dari setiap elemen dan keseluruhan elemen. Tujuan yang menuntun strategi penetapan harga haruslah merupakan bagian dari tujuan yang menuntun strategi pemasaran secara keseluruhan. Oleh karena itu tidaklah benar bila harga dipandang sebagai elemen yang mandiri dari bauran pemasaran, karena harga itu sendiri adalah elemen sentral dalam bauran pemasaran.

Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikian atas penggunaan suatu barang atau jasa. Pengertian ini sejalan dengan konsep pertukaran (exchange) dalam pemasaran.[9]

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Strategi pemasaran dan penentuan harga merupakan bagian penting dalam keberhasilan pemasaran produk dan jasa. Penetapan harga harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti biaya produksi, permintaan pasar, persaingan, dan nilai yang dipersepsikan oleh pelanggan. Ada beberapa metode penentuan harga yang umum digunakan, yaitu harga berbasis biaya (cost-based pricing), harga berbasis pasar (market-based pricing), harga berbasis persaingan (competition-based pricing), dan harga berbasis nilai pelanggan (value-based pricing). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dan penggunaannya disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik produk atau jasa.

Dalam hal pemasaran, strategi yang tepat harus mampu memadukan berbagai elemen seperti penetapan harga yang kompetitif, promosi yang efektif, dan pemilihan saluran distribusi yang sesuai agar dapat meningkatkan volume penjualan dan mencapai tujuan perusahaan. Penetapan harga yang baik juga dapat menggunakan teknik tambahan seperti diskon, bundling, kontrak jangka panjang, dan penentuan harga berdasarkan hasil (result-based pricing) guna memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Basu Swasta dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern (Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 2022).

Bowo, Arief. Jurnal Pengaruh Persepsi Harga Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Enervon-C, Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 1, No 3, November 2022.

Haque, Marissa Grace, et al. "Strategi pemasaran: Konsep, teori dan implementasi." (2022).

Masdaini, E. (2022). Fungsi Strategi Pemasaran. Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis , 2(1), 20-28. Raja Grafindo Persada, 2015).

Seran, RB (2023). Strategi Pemasaran yang Unik: Mengoptimalkan Kreativitas dalam Menarik Konsumen. Jurnal Manajemen Mirai , 8(1), 207.

Secapramana, L. V. H. (2000). Model dalam strategi penetapan harga. Unitas, 9(1), 32

Soemarsono, Peranan Pokok dalam Menentukan Harga Jual (Jakarta: Rieneka

Cipta, 2023).

Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran,.(Dasar, Konsep, Strategi), (Jakarta: PT  Wibowo, D. H., & Zainul Arifin, S. (2015). Analisis strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing UMKM (Studi pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB),vol 29. No 1.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUKUAN ANGGARAN PENDIDIKAN

SEPUTAR INFO PENDIDIKAN