PENGERTIAN, TUJUAN, PRINSIP MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Manajemen sarana dan prasarana (sarpras) telah berkembang
dari sekadar pencatatan inventaris menjadi fungsi strategis yang sangat penting
bagi keberlanjutan dan efisiensi sebuah organisasi. Di masa lalu, aset fisik
seperti gedung, peralatan, dan kendaraan sering kali dikelola secara terpisah
tanpa koordinasi yang terpusat, menyebabkan pemborosan, kerusakan, dan
ketidaktersediaan saat dibutuhkan. Paradigma ini berubah seiring dengan
meningkatnya kesadaran bahwa aset-aset ini adalah modal vital yang harus dikelola
secara profesional untuk mendukung operasional. Tanpa manajemen sarpras yang
terstruktur, organisasi akan menghadapi berbagai kendala, mulai dari proses
kerja yang terhambat, biaya operasional yang membengkak akibat perbaikan
mendadak, hingga risiko keselamatan yang tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan
sarpras yang efektif menjadi prasyarat untuk mencapai tujuan organisasi secara
optimal.
Secara definitif, manajemen sarana dan prasarana adalah
suatu proses terencana dan sistematis yang mencakup seluruh siklus hidup aset
fisik, mulai dari perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penggunaan,
pemeliharaan, hingga penghapusan. Sarana merujuk pada alat-alat bergerak yang
digunakan langsung dalam kegiatan, seperti komputer dan kendaraan. Sementara
itu, prasarana adalah fasilitas tetap yang menjadi pendukung utama, seperti
gedung dan jaringan listrik. Tujuan utama dari manajemen ini adalah memastikan
ketersediaan sarpras yang memadai dan berfungsi dengan baik guna menunjang
kelancaran proses kerja. Lebih lanjut, manaje/men sarpras bertujuan
mengoptimalkan pemanfaatan aset, meningkatkan efisiensi dan efektivitas melalui
pengurangan biaya dan waktu, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman
bagi seluruh anggota organisasi.
Prinsip utama untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen
sarpras harus dijalankan berdasarkan beberapa prinsip kunci. Prinsip
perencanaan adalah fondasi, di mana setiap langkah, dari pengadaan hingga
penghapusan, harus dipetakan secara detail. Kemudian, prinsip pengadaan
menekankan pentingnya proses yang transparan dan akuntabel untuk mendapatkan
aset berkualitas dengan harga terbaik. Setelah aset diperoleh, prinsip
penggunaan dan pemeliharaan menjadi krusial untuk memastikan aset digunakan
sesuai fungsinya dan dirawat secara berkala guna memperpanjang masa pakainya.
Terakhir, prinsip penghapusan memastikan bahwa aset yang sudah tidak layak atau
tidak lagi efisien dapat ditiadakan dari inventaris dengan prosedur yang benar,
mencegah pemborosan dan risiko. Semua prinsip ini saling terkait untuk
membentuk siklus manajemen yang berkelanjutan dan efisien.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana ?
2. Apa
Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana ?
3. Apa
Prinsip Manajemen Sarana dan Prasarana ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana
Manajemen
Sarana dan Prasarana pendidikan adalah kegiatan yang mengatur untuk
mempersiapkan segala peralatan/material bagi terselenggaranya proses pendidikan
di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana dibutuhkan untuk membantu kelancaran
proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua benda
bergerak dan tidak bergerak yang dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.[1]
Sarana
adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang
bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan berjalan
dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Prasarana adalah fasilitas yang
secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti: halaman,
kebun atau taman sekolah, jalan menuju ke sekolah, tata tertib sekolah, dan
sebagainya. Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau bagian yang memiliki
peran sangat penting bagi keberhasilan dan kelancaran suatu proses, termasuk
juga dalam lingkup pendidikan.
Sarana
dan prasarana adalah fasilitas yang mutlak dipenuhi untuk memberikan kemudahan
dalam menyelenggarakan suatu kegiatan walaupun belum bisa memenuhi sarana dan
prasarana dengan semestinya.
Manajemen
adalah strategi pemanfaatan tenaga dan pikiran orang lain untuk melaksanakan
suatu aktivitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya. Dalam manajemen terdapat ternik-teknik yang kaya dengan estetika
kepemimpinan salam mengarahkan, memengaruhi mengawasi, dan mengorganisasikan
semua komponen yang saling menunjang untuk tercapainya tujuan.
Manajemen
adalah proses bekerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya
lainnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktivitas majerial.
Manajemen berasal dari kata to mange yang berarti mengelola. Pengelolaan
dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi
manajemen itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumberdaya yang
dimiliki oleh sekolah/organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,
material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu
proses.
Manajemen
sarana dan prasarana merupakan keseluruhan proses perencanaan pengadaan,
pendayagunaan, dan pengawasan sarana dan prasarana yang digunakan agar tujuan
pendidikan di sekolah dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Kegiatan
manajemen sarana dan prasarana meliputi :
1.
Perencanaan Perencanaan merupakan suatu proses kegiatan menggambarkan
sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dalam hal ini perencanaan yang dimaksud adalah merinci
rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan
peralatan dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian perencanaan
sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses
perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi,
distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan
kebutuhan sekolah.
2. Pengadaan Pengadaan merupakan serangkaian
kegiatan menyediakan berbagai jenis sarana dan prasarana pendidikan sesuai
dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kebutuhan sarana dan
prasarana dapat berkaiatan dengan jenis spesifikasi, jumlah,waktu, tempat,
harga serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengadaan dilakukan
sebagai bentuk realisasi ats perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Tujuannya untuk menunjang proses pendidikan agar berjalan efektif dan efisien
sesuai dengan tujuan yang di inginkan.
3. Penyimpanan Penyimpanan sarana dan
prasarana adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang
untuk menampung hasil pengadaan barang atau bahan kantor baik berasal dari
pembelian, instansi lain, atau diperoleh dari bantuan.
4.
Pemeliharaan Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari
kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap
digunakan. Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus menerus untuk
mengusahakan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan baik. Pemeliharaan
dimulai daripemakaian barang, yaitu dengan cara hati-hati dalam menggunakannya.
Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai
keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud
5.
Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan Penghapusan barang adalah kegiatan
akhir dari siklus pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan dengan
menggunakan mekanisme tertentu, berdasarkan peraturan dan ketentuanyang
berlaku. Tujuan penghapusan sarana dan prasarana adalah untuk membebaskan
bendaharawan barang atau pengelola dari pertanggung jawaban administrasi dan
fisik atas barang milik negara yang berada di bawah atau pengurusannya sesuai
dengan perundang-undangan yang berlaku.[2]
Menurut Subagio
Atmodieirio, pengelolaan (manajemen) perlengkapan meliputi fungsi-fungsi
sebagai berikut:
a. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
Melalui rencana dan penentuan kebutuhan akan dihasilkan antara lain : rencana
pembelian, rencana rehabilitas, rencana distribusi, rencana sewa, dan rencana
pembuatan.
b. Fungsi Penggangaran Fungsi ini terdiri atas
kegiatan-kegiatan dan usha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan
dalam suatu skala standar, yaitu skala mata uang dan jumlah biaya dengan
memperhatikan pengarahan dan pembatasan yang berlaku. Anggaran sarana dan
prasarana meliputi : anggaran pembelian, anggaran perbaikan dan pemeliharaan,
anggaran penyimpanan dan penyluran, anggaran penelitian, dan anggaran
pengembngan barang.
c. Fungsi Pengadaan Pengadaan adalah kegiatan
dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan
peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yangbelum ada menjadi ada.
Pengadaan dapat dilakukan dengan cara: pembelian, penyewaan, peminjaman,
pemberian(hibah), penukaran, pembuatan, dan perbaikan.
d.
Fungsi Penyimpanan Penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan usaha melakukan
pengurusan penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan didalam ruang
penyimpanan. Fungsi penyimpanan meliputi penyimpanan ruang-ruang penyimpanan,
tatalaksana penyimpanan, tindakankeamanan dan keselamatan.
e. Fungsi Penyaluran Penyaluran merupakan
kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan
pemindahan barang dari suatu tempat ketempat lain, yaitu dari tempat
penyimpanan ke tempat pemakaian.
Sebelumnya telah di tegaskan bahwa
manajemen sarana prasarana sekolah merupakan
proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan sekolah secara efektif dan efisien.
Satu hal yang perlu di pertegas dalam definisi tersebut adalah bahwa manajemen
sarana prasarana sekolah merupakan suatu proses pendayagunaan yang
sasarannya adalah perlengkapan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah,
perlengkapan perpustakaan, media pengajaran, dan perlengkapan lainnya,
manajeman perlengkapan sekolah itu terwujud sebagai suatu proses yang terdiri
atas langkah- langkah tertentu secara sistematis.[3]
B.
Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana
Tujuan dari
manajemen sarana dan prasarana sekolah adalah untuk menyediakan pelayanan yang
profesional dengan maksud memastikan kelancaran dan efisiensi dalam pelaksanaan
proses pembelajaran. Pada dasarnya, terdapat beberapa tujuan dalam manajemen
sarana dan prasarana pendidikan, termasuk di antaranya:
1. Untuk
mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem
perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan juga seksama. Dengan ini, melalui
manajemen Sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang
ada di sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi,
sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dana serta efisien
2. Untuk mengupayakan penggunaan
sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan akurat.
3. Untuk mengupayakan pemeliharaan
sarana dan prasarana sekolah, sehingga selalu dalam kondisi siap pakai ketika
diperlukan oleh semua pihak sekolah.[4]
Jadi, Tujuan
manajemen sarana dan prasarana adalah mengupayakan pengadaan sarana dan
prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati
dan seksama agar sekolah memiliki sarana dan prasarana yang baik sesuai dengan
kebutuhan serta penggunaan dana yang efisien mengupayakan pemakaian sarana dan
prasarana secara tepat dan efisien mengupayakan pemeliharaan sarana dan
prasarana pendidikan secara teliti dan tepat agar keberadaannya selalu siap
pakai ketika diperlukan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih rapi indah
dan menyenangkan sehingga mendukung proses pembelajaran serta menyediakan
sarana dan prasarana yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas untuk
menunjang keberhasilan proses pendidikan dengan cara mengelola sarana dan
prasarana secara profesional sehingga proses pendidikan dapat berlangsung
secara efektif dan efisien.[5]
Pada dasarnya manajemen sarana dan
prasarana pendidikan memiliki tujuan sebagai berikut: [6]
1.Menciptakan
sekolah atau madarasah yang bersih, rapi, indah sehingga menciptakan kondisi
yang menyenangkan baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah.
2.Tersedianya
alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai baik secara kuantitatif,
kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal
untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh guru sebagai
pengajar maupun murid-murid sebagai pelajar.
C.
Prinsip
Manajemen Sarana dan Prasarana
Dalam
menjalankan manajemen sarana dan prasarana pendidikan, diperlukan perhatian
terhadap beberapa prinsip agar tujuan manajemen tersebut dapat terwujud.
Beberapa prinsip yang terkait dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan
melibatkan[7]:
1.
Prinsip Pencapaian Tujuan Secara prinsip, manajemen sarana dan prasarana
pendidikan dilaksanakan dengan maksud agar semua fasilitas sekolah selalu dalam
kondisi yang siap digunakan. Dengan demikian, keberhasilan manajemen sarana dan
prasarana pendidikan dapat dinilai berdasarkan kemampuan fasilitas sekolah
untuk tetap siap digunakan pada setiap saat, ketika ada staf sekolah yang
memerlukannya.
2.
Prinsip EfisiensiPrinsip ini menyoroti perlunya pelaksanaan proses pengadaan
sarana dan prasarana sekolah dengan perencanaan yang teliti, sehingga fasilitas
yang diperoleh memiliki mutu yang tinggi namun dengan biaya yang efisien.
Efisiensi juga mencakup penggunaan optimal semua fasilitas sekolah untuk
menghindari pemboros.
3. Prinsip
Administratif Dengan
menerapkan prinsip administratif, dapat diinterpretasikan bahwa seluruh
kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus
dilaksanakan dengan mematuhi undang-undang, peraturan, instruksi, dan pedoman
yang berlaku sesuai dengan ketentuan pemerintah. Dalam penerapan prinsip ini,
setiap individu yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sarana dan
prasarana pendidikan diharapkan memiliki pemahaman yang menyeluruh.
4. Prinsip Kejelasan Tangung Jawab Dalam mengatur organisasi sarana dan
prasarana pendidikan yang melibatkan berbagai staf di sekolah, dibutuhkan
penjelasan tugas dan tanggung jawab yang terinci untuk setiap individu yang
terlibat. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.[8]
Prinsip pencapaian tujuan manajemen sarana dan prasarana
pendidikan bertujuan agar fasilitas sekolah selalu siap digunakan ketika
dibutuhkan oleh staf sekolah prinsip efisiensi mengedepankan perlunya
perencanaan pengadaan sarana dan prasarana yang teliti sehingga fasilitas yang
diperoleh berkualitas tinggi dengan biaya efisien sekaligus memaksimalkan
penggunaan untuk menghindari pemborosan prinsip administratif menuntut agar
pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan sesuai dengan undang-undang peraturan
instruksi dan pedoman yang berlaku serta setiap penanggung jawab memahami dan
mematuhi aturan tersebut prinsip kejelasan tanggung jawab mengharuskan adanya
penjelasan tugas dan tanggung jawab yang rinci bagi setiap individu yang
terlibat dalam pengelolaan sehingga pengelolaan dapat berjalan efektif dan
efisien prinsip kekohesifan menekankan pentingnya kerja sama yang kompak antar
semua personil yang terlibat dalam pengelolaan sarana dan prasarana guna
mencapai tujuan bersama dalam mendukung proses pendidikan secara optimal.[9]
Selanjutnya
prinsip-prinsip dalam manajemen sarana dan prasarana menurut Priansa dan Somad
adalah:
1. Ketersediaan. Sarana dan prasarana sekolah
hendaknya selalu ada pada saat dibutuhkan sehingga mampu mendukung secara
optimal proses belajar mengajar.
2. Kemudahan. Sarana dan prasarana sekolah
hendaknya mudah untuk digunakan sehingga tidak sulit untuk mendapatkannya.
Kegunaan. Sarana dan prasarana sekolah hendaknya antara yang satu dengan yang
lainnya saling mendukung sehingga proses belajar tidak akan mengalami gangguan.
3. Kelengkapan. Sarana dan prasarana sekolah hendaknya
tersedia dengan lengkap sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu.
Kelengkapan sarana sarana sekolah akan menunjang dalam akreditasi sekolah.
4. Kebutuhan peserta didik. Sarana dan prasarana
sekolah hendaknya mampu memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam.[10]
Adapun Ayat Suci Al-Quran
Surah An-Nisa Ayat 58 Mengenai Judul di atas :
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ٥٨
Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada
pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu
tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik
kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Relevansi Ayat QS. An-Nisā’: 58: Pengadaan barang,
distribusi, hingga penghapusan harus dilakukan transparan dan sesuai prosedur.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen sarana dan prasarana merupakan proses penting
yang melibatkan perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, dan
penghapusan aset fisik seperti peralatan dan fasilitas untuk mendukung
kelancaran proses pendidikan. Melalui pengelolaan yang sistematis dan
profesional, manajemen sarana dan prasarana bertujuan untuk memastikan
ketersediaan dan fungsi optimal sarana pendidikan demi mendukung efektivitas
dan efisiensi operasional sekolah atau institusi pendidikan. Tanpa manajemen
yang baik, akan terjadi pemborosan, gangguan proses pembelajaran, dan risiko
keselamatan.
Tujuan utama dari manajemen sarana dan prasarana adalah
menyediakan fasilitas yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan, serta hemat
biaya melalui perencanaan dan pengadaan yang hati-hati. Manajemen ini juga
berfokus pada penggunaan yang tepat dan perawatan berkelanjutan agar aset
selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Dengan demikian, lingkungan sekolah
menjadi bersih, rapi, dan nyaman sehingga mendukung suasana belajar yang
kondusif serta keberhasilan proses pendidikan secara menyeluruh.
Prinsip-prinsip dalam manajemen sarana dan prasarana
meliputi pencapaian tujuan, efisiensi, administrasi yang sesuai peraturan,
kejelasan tanggung jawab, dan kekohesifan antar personil pengelola.
Prinsip-prinsip ini menjadi landasan agar pengelolaan sarana dan prasarana
dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menerapkan
prinsip-prinsip tersebut, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa sarana
dan prasarana selalu tersedia, mudah digunakan, lengkap, dan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik yang beragam, sehingga mendukung kualitas pendidikan
yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat
Tenaga Kependidikan, (2011). Manajemen
Sarana dan Prasarana Pendidikan Prasekolahan Berbasis Sekolah (Jakarta: Direktorat
Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen
Pendidikan Nasional).
E.Mulyasa,
(2013).
Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi dan Implementasi, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya).
Edi yulianto, (2023). Manajemen Sarana dan
Prasarana,Cendikia Pustaka,Surabaya.
Irjus
Indrawan, (2015).
Pengantar Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan (Yogyakarta: deepublish).
Rusdi
Ananda dan Odi Banurea, (2017). Manajemen
Sarana Dan Prasarana (Medan: Widya Puspita).
Rohiat,
(2010).
Manajemen Sekolah. Bandung : PT Refika Aditama.
Rahayu, S. (2019). Manajemen Sarana dan
Prasarana Pendidikan. J. Isema Islam. Educ. Manag, 4.
Sutisna, N. W., & Effane, A. (2022). Fungsi manajemen sarana
dan prasarana. Karimah Tauhid.
Sulistyorini,
(2014).
Manajemen Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras).
Wasik, M. A. (2022). Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam
Meningkatkan Efektivitas Layanan Administrasi Sekolah Di Ma Bahrul Ulum
Besuk. Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian
Mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar